Thursday, 18 August 2016

Matematika merupakan sebuah salah satu pelajaran yang bersifat sangat formal, dimana setiap pengerjaannya diperlukan prosedur yang benar dan disertai teori-teori yang mendukung pengerjaannya. Selain itu, matematika memiliki pola berpikir yang bersifat induktif, yaitu pola berpikir yang berawal dari hal yang bersifat umum kemudian menjurus kepada hal yang bersifat khusus menyebabkan dalam penerapannya matematika dianggap sebagai ilmu yang kaku. Hal tersebut kemudian terbawa pada karakter beberapa guru matematika, yakni kaku dalam penyampaiannya dan terkesan menakutkan. Tidak heran jika hingga dahulu sampai sekarang matematika selalu menempati rangking teratas kategori mata pelajaran tersulit dikalangan banyak siswa.

Sebagai bentuk antisipasi akan hal tersebut, kita sebagai pembelajaran (khususnya mata pelajaran matematika) sangat perlu membuat inovasi-inovasi pembelajaran matematika yang membuat siswa termotivasi dan bersemangat belajar pelajaran tersebut, salah satunya adalah mengajar matematika dengan gaya kinestetik. Kinestetik adalah keistimewaan pada orang-orang tertentuyang lebih cepat memahami ilmu atau pelajaran dengan aktivitas dibanding membaca dan menghafal. Melalui gaya pembelajaran kinestetik ini, siswa tidak hanya belajar matematika melalui mencatat atau mengerjakan soal saja, namun siswa dapat beraktifitas fisik, Misalnya dengan pendekatan game, melakukan eksperiment mengenai sebuah objek. Selain itu jika dalam mengajar seorang guru melakukan banyak aktifitas menarik, maka perhatian siswa lebih fokus kan mereka akan lebih jauh dari kata bosan.

Selain itu, dengan kita mengajar dengan gaya kinestetik, siswa merasa lebih nyaman dalam belajar. Hal itu karena ketika guru berpenampilan secara kinestetik yang lebih banyak bergerak, siswa akan merasa bahwa belajar matematika tidak selalu dengan cara yang formal, namun belajar matematika dapat dilakukan secara fleksibel. Jika siswa merasa nyaman dalam mempelajarinya, maka akan mereka dapat berkreasi terhadap pelajaran tersebut, misalnya dengan menemukan cara-cara unik dalam menyelesaikan soal, karena salah satu hal yang selama ini selalu menjadi penghalang kemajuan pembelajaran matematika di Indonesia adalah mindset siswa bahwa menyelesaikan soal itu harus menggunakan rumus dan harus sesuai dengan langkah-langkah yang telah diajarkan oleh guru.

Meskipun demikian, pembelajaran dengan gaya kinestetik bukanlah satu-satunya pembelajaran yang sesuai untuk siswa. Salah satu kekurangan dalam pembelajaran kinestetik adalah dalam satu kelas biasanya terdapat siswa yang memiliki gaya pembelajaran kinestetik. Menurut pengalaman penulis ketika mengajar, sebagian kecil dari siswa kesulitan kesulitan dalam memahami pelajaran. Kebiasaan mereka yang selalu mendengarkan dan mencatat apa yang telah dituliskan guru di papan tulis, membuat mereka kesulitan dalam mencatat maupun memahami maksud yang disampaikan oleh seorang guru.  


0 comments: