Sunday, 8 June 2014

Statistika adalah salah satu cabang pelajaran matematika. Dalam statistika, objek utamanya adalah data. Data yang ada kemudian diolah, dianalisa, ditafisrkan, dan terkhir disajikan dalam bentuk diagram. Berdasarkan kegiatan tersebut, dapat kita bayangkan bahwa statistika sungguh sangat dengan kehidupan sehari hari.

Namun demikian, masih banyak siswa yang belum memahami maksud dan tujuan kita belajar statistika. Hal tersebut terlihat dari banyaknya siswa yang menyepelekan dengan berkata "buat apa pak kita belajar, median, modus, quartil, dan jangkauan? Padahal yang kita butuhkan hanyalah menentukan rata-rata atau mean saja, pak."

Source: darkwing.uoregon.edu

Berdasarkan pernyataan tersebut, sangat jelaslah bahwa pelajaran statistika kurang begitu melekat dihati mereka dan kurang bermanfaat untuk mereka. Kita sebgai guru perlu membuat inovasi dalam pembelajaran kita. Inovasi diberikan agar pelajaran statistika menjadi menarik buat mereka dan sangat melekat bagi mereka. Salah satu caranya adalah dengan memberikan pertanyaan yang bersifat real dan analisa.

Sekedar share saja, sebelumnya dalam mengajar penulis juga sama dengan kebanyakan, yakni hanya memberikan rumus dan perhitungan saja. Namun, ketika seorang siswa bertanya sebagai berikut:

"Pak, rata-rata nilai quick count UN Matematika kelas 9 berapa?" tanyanya.
"Sekitar 7,5" jawabku.
"Kok sekitar pak, apa belum direkap?" tanyanya lagi.
"Belumlah, kan try outnya baru kemarin" jawabku.
"Terus kok tahu, pak? tanya dia"
"Ya, ini adalah perkiraan dalam statistika. Kalau kita punya data nilainya, terus mengelompokkan, meskipun kita tidak tahu persis nilainya, kita dapat membuat rata-rata kasarnya dari apa yang kita lakukan. Ya memang hasilnya tidak dapat persis, paling tidak lumayan dekatlah dan kita bisa memprediksinya lebih cepat. Makanya kamu pelajari statistika baik-baik,"jawabku.

Secara tidak langsung, penjelasan saya yang terakhir membuat saya tersadar bahwa belajar statistika tidak hanya untuk perhitungan-perhitungan saja, namun kita perlu mengajarkan siswa bagaimana cara membuat gambaran kasar atas sesuatu hal berdasarkan data yang dimiliki. Karena, ini sangat  menarik dan berguna bagi siswa.

Contoh soal yang mungkin dapat kita gunakan untuk hal diatas adalah sebagai berikut:
Mr. Ahmed mengoreksi hasil ulangan ke 30 siswanya. Nilai tertinggi dari ulangan tersebut adalah 80 dan nilai terendah dari ulangan tersebut adalah 40. Jika modus dan median dari data tersebut adalah  65 dan 60, kira-kira
a. Apakah mungkin rata-rata nilai siswa Mr. Ahmed mendapat nilai 5,6?
b. Bagaimana prediksi kalian terhadap nilai ketiga puluh siswa Mr Ahmed?

Tertarik  dengan pertanyaan tersebut? Silahkan diskusikan jawaban atas soal diatas. Satu lagi, karena ini soal bersifat open ended, maka tidak ada jawaban benar atas salah, namun penilaian jawaban berdasarkan pada alasan menjawab jawaban tersebut.


0 comments: