Saturday, 7 June 2014

Seorang guru taman kanak-kanak menugaskan kepada siswa untuk membawa sebuah kentang. Keesokan harinya, semua siswapun membawa kentang seperti yang diperintahkan kepada gurunya. Kemudian, sang guru menyuruh mereka untuk menyimpan kentang di sebuah toples dan dia berkata kepada mereka agar membukanya tiga hari kemudian.



Sumber gambar: priyapurna.blogspot.com

Tiga hari kemudian, semua siswa membuka toples yang berisi kentang. Betapa terkejutnya mereka ketika mereka menjumpai kentang mereka berwarna agak biru yang menandakan kentang tersebut mulai membusuk. Kemudian sang guru menginstruksikan kembali agar menutup kentang tersebut kedalam toples dan menyuruh mereka membukanya seminggu kemudian.

Seminggu kemudian, semua siswa membuka kentang mereka. Mereka sangat terkejut sekali karena kentang yang mereka bawa seminggu lalu berbeda dengan kentang yang mereka temui sekarang. Postur dan warnanya benar-benar berubah. Begitu pula baunya sangat menyengat dan tidak enak. Kentang tersebut benar-benar busuk dan mereka kemudian membuangnya.

Dari cerita tersebut, dapat kita analogikan kentang adalah hati kita. Jika dalam hati kita terdapat kebencian, maka hati kita mengalami tidak bersih. Jika kebencian itu kita pendam terus menerus, maka hati yang semula bersih lambat laun akan mengalami pembusukan. Dan jika terjadi pembusukan, maka penyakit hati senantiasa hinggap kearah kita seperti halnya kentang yang benar-benar busuk.

0 comments: