Saturday, 21 June 2014

Sekolah adalah salah satu lembaga pendidikan. Melalui sekolah, siswa dilatih berbagai macam keterampilan dan kecakapan hidup (life skill). Sehingga selain kemampuan akademik, hal yang perlu dibangun oleh sekolah adalah perihal mental spiritual siswa misalnya akhlaq.

Untuk membangun mental spiritual siswa kearah yang lebih baik dapat dilakukan dengan berbagai macam program, misalnya nasehat-nasehat yang diberikan oleh guru sewaktu kegiatan belajar di kelas, kegiatan outbond, pramuka, ekstrakulikuler, dan kegiatan lainnya. Kesemua kegiatan tersebut dapat membina kepribadian siswa seperti peduli terhadap teman, saling menghargai, kerjasama, dan lain-lain.


Namun, selain kegiatan formal yang sudah disusun berdasarkan program sekolah, kita juga dapat mengajarkan kepribadian yang baik atau akhlaq kepada siswa secara informal, yakni melalui kegiatan outing class adalah salah satu program pembelajaran di luar kegiatan sekolah yang bertujuan sebagai kegiatan refreshing serta memberikan keterampilan dan keahlian dasar tertentu sebagai sarana menumbuhkan kreativitas siswa. Outing class dapat dilakukan ketika pelajaran atau diluar pelajaran. Hal-hal yang dilakukan selama outing class tidak selalu membutuhkan biaya yang sangat besar, namun bisa membuat siswa segar kembali setelah sekian lama pembelajaran formal di dalam kelas.

Sekedar berbagi, ini adalah sebuah pengalaman saya dan siswa kelas saya ketika outing class. Setiap bulan sekali kami selalu mengadakan outing class dengan berbagai tema outing. Mungkin dalam benak pembaca sekalian, berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan jika harus outing selama 11 kali. Tentu saja tidak seperti yang dibayangkan. Pembiayaan untuk outing yang kami lakukan murni menggunakan iuran kas kelas. Meskipun tema outing yang kami bervariasi, namun kegiatan outing kami cukup simple, yang penting adalah mereka (siswa) senang dan mereka dapat belajar sesuatu dari outing yang dilakukan.

Tema Kegiatan outing kami yang paling sering dilakukan adalah makan-makan sambil menonton film, pergi ke tempat wisata yang dekat dengan sekolah dan biaya terjangkau, dan renang. Selama kegiatan outing, saya berusaha memperikan pelajaran pelajaran yang menarik, misalnya ketika kita mengadakan outing berupa makan makan dan nonton bareng. Kami selalu membagi tugas, siapa yang harus membagi lauk yang sudah dipesan, mengambil nasi di dapur sekolah (karena kebetulan sekolah kami boarding), mengambil piring, hingga mempersiapkan ruangan yang dipakai untuk nonton bareng. Secara tidak langsung mereka belajar mengenai kerja sama dan kekompakan tim dalam mempersiapkan suatu kegiatan. Kemudian, nasi yang kami ambil biasanya sebakul besar untuk satu kelas, dengan tujuan supaya mereka tidak bersifat individualis. Setelah mereka makan, saya selalu menyuruh mereka untuk mencuci piring mereka sendiri dengan tujuan agar mereka dapat bertanggung jawab. Terakhir, setelah acara selesai dan kelas sudah rapi seperti sediakala, kita foto bersama dengan tujuan agar mereka semua kompak satu sama lain. Sebenarnya, hal seperti inilah yang anak-anak butuhkan ditengah tengah modernisasi.

Cukup simple kan? Semoga tips yang sederhana ini bermanfaat bagi kita semua. Salam!

0 comments: