Wednesday, 2 September 2015

Dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain, matematika merupakan pelajaran yang cukup membosankan dan tergolong susah. Hal ini dikarenakan banyaknya perhitungan-perhitungan yang digunakan dan pola berpikir kebanyakan siswa yang menempatkan matematika sebagai pelajaran "menghafal rumus"sangat melekat dalam benak mereka.

Namun demikian, bukan berarti kita sebagai pengajar tidak dapat memberikan sajian menarik seputar dunia matematika. Sebagai ilustrasi, jaman dahulu, mungkin ketela selalu disajikan dalam bentuk ketela goreng, ketela rebus, atau getuk yang dari penampilan mungkin kurang menarik dan membosankan. Namun seiring berjalannya waktu, ketela kini disajikan dalam berbagai bentuk dan varian serta dikemas dalam kemasan yang menarik. Begitu pula matematika, jika kita bisa mengemasnya secara unik dan menarik, bukan hal yang tidak mungkin jika matematika dapat menjadi pelajaran primadona di sekolah.

Salah satu cara untuk mengemasnya adalah dalam bentuk peta konsep. Peta konsep adalah suatu alat yang digunakan untuk menyatakan hubu-ngan yang bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi-proposisi. Pro-posisi-proposisi merupakan dua atau lebih konsep-konsep yang dihubungkan oleh kata-kata dalam suatu unit semantik. (dikutip dari http://devisologi.blogspot.com/). Melalui peta konsep, kita dapat meringkas sebuah materi yang sangat banyak menjadi sederhana dan padat sehingga pokok pembahasan itu sangat mudah diterima. Sehingga siswa tidak perlu membuat catatan yang matematika yang sangat detail sekali, meskipun dalam keadaan tertentu hal tersebut sangat diperlukan. Selain itu melalui gambar-gambar dan kode-kode tertentu yang terdapat pada peta konsep kita lebih cepat mengingatnya dan menguasai materi tersebut.

Berikut ini adalah salah satu peta konsep mengenai pelajaran statistika yang terdapat di sekolah menengah pertama yang penulis buat semoga bermanfaat!



0 comments: