Saturday, 22 October 2016

Assalamualaikum matholic, pada kesempatan kali ini penulis tidak membahas mengenai soal atau posting soal (rehat mungkin dia, hehehe), namun kali ini penulis ingin mengulas sedikit mengenai sebuah film dari negeri sakura bertajuk pendidikan yang berjudul flying colours. Berbeda dengan film film Jepang bertemakan pendidikan lainnya seperti Great Teacher Onizuka, Dragon Zakura, atau Gokusen, atau yang lain, film ini diangkat dari kisah nyata seorang siswi SMA. Penasaran dengan kisahnya?

Diceritakan seorang gadis dari keluarga sederhana bernama Sayaka Kudo. Mulai kecil Sayaka tidak memiliki seorangpun teman di sekolah dan terkadang dia menjadi sasaran bullying oleh temannya. Sehingga dia seringkali pindah dari sekolah satu ke sekolah yang lain. Ketika perjalanan pulang bersama ibunya, Sayaka tertarik dengan salah satu sekolah yang bernama Minglan Girl School. Karena sayang sekali dengan anaknya, sang ibupun menyetujui keinginan Sayaka.

Tidak seperti sekolah-sekolah lainnya, Sayaka mendapatkan banyak teman di Minglan Girl School. Diapun terlihat bahagia dan menikmatinya. Namun demikian seiring bertambahnya waktu Sayaka tumbuh menjadi remaja yang hanya suka menghabiskan waktu untuk bersenang-senang bersama temannya dan nilainya selalu bermasalah. Seringkali ibu Sayaka dipanggil oleh walikelas perihal kenakalannya, seperti kasus merokok.

Melihat hal tersebut, ibunya merasa sangat sedih namun dia selalu berpikir positif kepada putrinya. Ditambah lagi dengan sikap ayah Sayaka yang selalu tidak adil terhadap putrinya tersebut ketimbang anak laki lakinya yang bernamaRyuuta,  Akhirnya diapun menyarakan kepada Sayaka untuk mencoba konsultasi di sebuah bimbingan belajar mengenai pendidikannya dan ditempat itulah Sayaka mulai mendapatkan semangatnya yang telah hilang.

Di tempat Bimbingan Belajarnya yang baru, dia bertemu tutor hebat yang bernama Tsubota. Mr. Tsubota menyarankannya untuk mengikuti tes ujian Universitas Keio. Meskipun awalnya dia menolak karena menganggap hal tersebut adalah hal mustahil, namun berkat arahan dari Mr. Tsubota akhirnya menyetujuinya. Selain itu, cara berpikir Mr. Tsubota yang selalu positif dengan semua kejadian yang ada membuat Sayaka tambah percaya bahwa dia mampu menembus Keio University. Diapun menjadi giat dan menambah jam belajarnya di bimbingan belajar tersebut.Akhir cerita, setelah melalui perjalanan belajar yang panjang dan melelahkan, akhirnya Sayaka diterima di Keio University.

Bagi penulis, film ini recommended sekali untuk para orang tua dan guru. Karena melalui film ini kita diajarkan bagaimana melihat seorang anak atau seorang siswa dari sudut pandang yang berbeda. Karena, bagaimanapun kurangnya seorang anak atau siswa pasti dia memiliki sebuah harapan atau cita-cita meskipun itu kecil sekali dan menjadi tugas kita para orang tua dan guru untuk memperbesar hal tersebut. Bagaimana menurut pendapat pembaca sekalian?






0 comments: