Monday, 16 March 2015

Sumber gambar: fastweightloss.ga
Hingga saat ini, matematika dikenal sebagai ilmu yang sifatnya pasti oleh kebanyakan orang. Hal ini disebabkan oleh metode pemecahan masalah dengan prosedur yang jelas , sifatnya terurut, dan algoritmik.

Namun demikian, matematika bukanlah ilmu pasti dan penyelesaian dalam matematika selalu harus sama satu sama lain. Sebagai guru, kita juga dapat menerapkan pembelajaran dimana penyelesaian matematika tidak harus sama satu siswa dengan siswa yang lain. Pembelajaran demikian disebut pembelajaran open ended.







Pembelajaran open ended adalah pembelajaran terbuka yang memberikan kebebasan individu untuk mengembangkan berbagai cara dan strategi pemecahan masalah sesuai dengan kemampuan masing-masing. (Suherman, 2003:124) Melalui penyelesaian atas permasalahan yang berbeda beda, siswa dapat mengembangkan kemampuan bernalar mereka sesuai dengan kemampuan mereka dan daya tangkap mereka atas sesuatu hal. Berikut adalah sebuah contoh soal yang sengaja penulis buat sebagai bahan pembelajaran matematika open ended.

Pada sebuah wahana wisata yang baru dibuka diberlakukan ketentuan mengenai tiket masuk seperti berikut:
Anak dengan umur 0-3 tahun tidak dikenakan biaya masuk
Anak dengan  umur 4-9 tahun dikenakan biaya setengah dari biaya masuk
Pengunjung dengan umur diatas 9 tahun dikenakan biaya penuh, yakni Rp 25.000,00
Biaya untuk tiket masuk terusan adalah Rp 60.000,00
Pengunjung rombongan (kolektif) diatas 30 mendapat potongan biaya masuk sebesar Rp 40.000,00

Soal No. 1
SD Alam Mandiri membawa 40 siswanya  ke tempat rekreasi tersebut. Mereka membawa 30 siswa dan 3 orang guru pendamping. Jika  15% dari siswa tidak ingin tiket terusan, tentukan biaya yang harus dikeluarkan oleh SD Alam Mandiri !

Soal No. 2

Buatlah model matematika yang menyatakan biaya tiket masuk rombongan (kolektif) !

Kebanyakan dari kita mungkin berpendapat bahwa soal diatas merupakan soal yang ambigu (bermakna ganda), karena didalam soal tersebut terdapat informasi informasi yang kurang jelas, namun penulis sengaja membuatnya demikian agar siswa dapat menyelesaikannya dengan pola berpikir mereka masing-masing dan pemahaman mereka masing-masing akan tarif wahana wisata tersebut. Melalui hal tersebut, siswa akan tertarik untuk berdiskusi dengan siswa lainnya mengenai perbedaan pemahaman mereka akan soal tersebut. Selain itu, melalui soal ini, siswa akan belajar bagaimana cara mengkalkulasi sesuatu hal.

0 comments: